BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Di zaman modern ini, masalah
etika di Indonesia mulai mengalami penurunan. Sebagian besar masyarakat mulai
mengabaikan persoalan etikanya. Terutama etika dalam pergaulan. Hal ini terjadi
di akibatkan masuknya ajaran-ajaran barat yang akhirnya mengikis ada budaya
masyarakat Indonesia secara perlahan-perlahan.
Etika adalah sebuah refleksi
kritis dan rasional mengenai nilai dan norma moral yang menentukan dan
terwujud. Nilai yang terkandung dalam ajaran berbentuk petuah-petuah, nasihat,
wejangan peraturan, perintah dan semacamnya. Pada dasarnya memberi kita
orientasi bagaimana dan kemana kita harus melangkah dalam hidup ini. Maka dari
itu penulis akan menuturkan Etika komukasi secara Ontologi, Epistimologi dan
aksiologinya.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian Etika dan Komunikasi ?
2. Apa Urgensi, Manfaat Etika dan komunikasi ?
3. Apa Etika dalam komunikasi ?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk Mengetahui Pengertian Etika
dan Komunikasi.
2.
Untuk Mengetahui Urgensi, Manfaat
Etika dan Komunikasi.
3.
Untuk Mengetahui Etika dalam
komunikasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Hakikat dan Pengertian Etika
1.
Pengertian
Etika
Istilah etika
berasal dari bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata etika yaitu
ethos sedangkan bentuk jamaknya yaitu taetha. Ethos mempunyai banyak arti
yaitu, tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat,
akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti taetha yaitu adat
kebiasaan. Arti dari bentuk inilah yang melatar belakangi
terbentuknya istilah etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk menunjukkan
filsafat moral. Jadi, secara etimologi (asal usul kata), etika mempunyai arti
yaitu ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan. Juga dalam pendapat lain Istilah etika berasal dari kata ethikus (latin) dan dalam
bahasa Yunani disebut ethicos yang berarti kebiasaan norma-norma, nilai-nilai,
kaidah kaidah dan ukuran-ukuran baik dan buruk tingkah laku manusia. Jadi,
etika komunikasi adalah norma, nilai, atau ukuran tingkah laku baik dalam
kegiatan komunikasi di suatu masyarakat. Beberapa
pendapat para ahli mengenai pengertian etika antara lain sebagai berikut :
Pendapat
Drs. D.P. Simorangkir Etika atau etik adalah pandangan manusia dalam
berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. Sedangkan pendapat Drs. Sidi
Cjajalba adalah Etika merupakan teori tentang tingkah laku perbuatan manusia
dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
Menurut Dr. A. Voemans, Etika dan etik terdapat hubungan yang erat dengan
masalah pendidikan.
Menurut K. Bertens, etika secara
umumnya sebagai berikut:[1]
- Etika adalah niat, apakah perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak
sesuai pertimbangan niat baik atau buruk sebagai akibatnya.
- Etika
adalah nurani (bathiniah), bagaimana harus bersikap etis dan baik yang
sesungguhnya timbul dari kesadaran dirinya.
- Etika
bersifat absolut, artinya tidak dapat ditawar-tawar lagi, kalau perbuatan
baik mendapat pujian dan yang salah harus mendapat sanksi.
- Etika
berlakunya, tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain yang hadir.
Etika merupakan
suatu ilmu yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat
dipahami oleh pikiran manusia. Dan etika profesi terdapat suatu keadaan yang
kuat untuk mengindahkan etika profesi pada saat mereka ingin memberikan jasa
keahlian profesi kepada masyrakat yang memerlukan.[2]
Dalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara
hingga pergaulan hidup tingkat internasional diperlukan suatu sistem yang mengatur
bagaimana seharusnya manusia bergaul. Sistem pengaturan pergaulan tersebut
menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun, tata krama,
protokoler, dan lain-lain.
Maksud pedoman
pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar
mereka senang, tenang, tentram, terkindung tanpa merugikan kepentingannya serta
terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan
yang berlaku dan yang tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di
masyarakat kita. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku,
adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana
yang benar dan mana yang buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik,
berasal dari kata ethos yang berarti norma-norma, nilai-nilai, Sikap santun
yaitu baik, hormat, tersenyum, dan taat kepada suatu peraturan. Sikap sopan
santun yang benar ialah lebih menonjolkan pribadi yang baik dan menghormati
siapa saja. Dari tutur bicara pun orang bisa melihat kesopanan kita.[3] kaidah-kaidah
dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik, seperti yang dirumuskan
oleh beberapa ahli:
·
Ki Hajar Dewantoro
Ilmu yang
mempelajari tentang segala bentuk kebaikan dan keburukan di dalam manusia
semuany,teristimewea yang mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang dapat
merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuan yang dapat merupakan
perbuatan.[4]
·
H. Devos
Etika sebagai ilmu
pengetahuan mengenai kesusilaan, ini berarti bahwa etika membicarakan
kesusilaan secara ilmiah.[5]
·
M. Amin Abdullah
Ilmu yang
mempelajari tentang baik dan buruk.[6]
·
Frans Magnis Suseno
Etika sebagi usaha
manusia untuk memakai akal budi dan daya pikirnya untuk memecahkan masalah
bagaimana ia harus hidup apabila ia menjadi baik. Jadi, etika ialah suatu ilmu
yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat
dinilai baik dan mana yang buruk dengan memperlihatkan amal perbuatan manusia
sejauh yang dapat dicerna akal pikiran.[7]
Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut dapat
diklasifikasikan yaitu sebagai berikut: Etika dipandang sebagai cabang filsafat
yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. Etika
dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku
manusia dalam kehidupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan
bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat,
akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang
bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya
terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta,
cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih
bersifat informatif, direktif dan reflektif.
2. Penggolongan Etika
Dalam menelaah ukuran baik dan buruk suatu
tingkah laku yang ada dalam masyarakat kita bisa melakukan penggolongan etika, yakni
terdapat dua macam etika yaitu:[8]
a.
Etika
Deskriptif
Merupakan usaha
menilai tindakan atau
perilaku berdasarkan pada ketentuan atau norma baik buruk yang
tumbuh dalam kehidupan bersama di dalam masyarakat. Kerangka etika ini pada
hakikatnya menempatkan kebiasaan yang sudah ada di dalam masyarakat sebagai
acuan etis. Suatu tindakan seseorang disebut etis atau tidak, tergantung pada
kesesuaiannya dengan yang dilakukan kebanyakan orang.
b.
Etika
Normatif
Etika yang berusaha menelaah dan
memberikan penilaian suatu tindakan etis atau tidak, tergantung dengan
kesesuaiannya terhadap norma-norma yang sudah dilakukan dalam suatu masyarakat.
Norma rujukan yang digunakan untuk menilai tindakan wujudnya bisa berupa tata
tertib, dan juga kode etik profesi.
3. Urgensi Etika
Etika mengajarkan
dan menuntun manusia kepada tingkah laku yang baik dan menjauhkan diri dari
tingkah laku buruk sesuai dengan ajaran islam. Etika juga mengatur, mengarahkan
fitrah manusia dan meluruskan perbuatan manusia menuju keridhoan Nya,
Menyelamatkan diri manusia dari fikiran-fikiran dan perbuatan keliru dan lagi
menyesatkan.[9]
Etika mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia diantaranya kemajuan
rohani, penutup kebaikan,dan kesempurnaan iman.
4.
Ruang Lingkup Etika
Ruang lingkup etika
yaitu cara menetapkan seberapa luas materi etika yang dibahas,sumber-sumbernya
,tokoh-tokohnya,tema-temanya,dan cakupannya yang mendalam.
Menentukan
ruang lingkup pembahasan etika,setap ahli belum ada kata sepakatdan
keseragaman, karena masing-masing memberikan materi yang berbeda dan
bervariasi.Ini terbukti ,tiap-tiap buku yang mereka susun ternyata berbeda
beda,baik mengenain isi, sumber-sumbernya,tokoh-tokohnya,tema-temanya,materi
maupun pembahasannya.
Etika
menyelidiki segala perbuatan manusia menetapkan hukum baik atau buruk. Akan
tetapi,bukanlah semua perbuatan itu dapat diberi hukum. Perbuatan manusia ada
yang timbul bukan karena kehendak,seperti bernapas,detak jantung,dan
memicingkan mata tiba-tiba waktu berpindah dari gelap ke cahaya.Hal tersebut
bukan persoalan etika dan tidak dapat memberi hukum pokok persoalan etika.
Ruang
lingkup etika tidak memberikan arahan yang khusus atau pedoman yang tegas
terhadap pokok-pokok bahasannya,tetapi secara umum ruang lingkup etika adalah
sebagi berikut ;
1. Etika menyelidiki sejarah dalam berbagai aliran,lama dan baru tentang
tingkah laku manusia.
2. Etika membahas tentang cara-cara menghukum, menilai baik dan buruknya suatu
pekerjaan.
3. Etika menyelidiki faktor-faktor penting yang mencetak, mempengaruhi dan
mendorong lahirnya tingkah laku manusia, meliputi faktor manusia itu sendiri,,
fitrahnya (nalurinya) , adat kebiasaannya,lingkungannya,
kehendak,cita-citanya,suara hatinya, motif yang mendorongnya berbuat dan
masalah pendidikan etika.
4. Etika menerangkan mana yang baik dan mana pula yang buruk, menurut ajaran
islam, etika yang baik harus bersumber pada Al-Qur’an dan Hadis Nabi. Ini tidak
dapat ditawar-tawar lagi,karena jiuka etika didasarkan pada pemikiran manusia
(filsafat) hasilnya sebagian selalu bertentangan dengan fitrah manusia.
5. Etika mengajarkan cara-cara yang perlu ditempuh, juga untuk meningkatkan
budi pekerti kejenjang kemuliaan,misalnya dengan cara melatih diri untuk
mencapai perbaikan bagi kesempurnaan pribadi.Latihan adalah cara yang sangat
tepat untuk membiasakan manusia beretika luhur bukan hanya teori saja tetapi
benar-benar mengakar dalam hati,sanubari setiap insan
6. Etika menegaskan arti dan tujuan hidup yang sebenarnya,sehingga dapatlah
manusia terangsang secar aktif mengerjakan kebaikan dan menjauhkan segala
kelakuan yang buruk dan tercela.
5. Manfaat Etika
Adapun
Manfaat Etika sebagai berikut :[10]
1. Dapat membantu suatu pendirian dalam beragam pandangan dan moral.
2. Dapat membantu membedakan mana yang tidak boleh dirubah dan mana yang boleh
dirubah.
3. Dapat menyelesaikan masalah-maslah moralitas maupaun sosial lainnya yang
membingunkan masyarakat dengan pemikiran yang sistematis dan kritis.
4. Berusaha menyelidiki suatu masalah sampai ke akar-akarnya bukan hanya
sekedar ingin tahu tanpa memperdulikan.
B.
Hakikat dan Pengertian Komunikasi
1.
Pengertian Komunikasi
Kata
atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”),secara etimologis
atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan
perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam kata communis
ini memiliki makna „berbagi‟ atau „menjadi milik bersama‟ yaitu suatu usaha
yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.
Komunikasi
secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan
oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat
dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan
Steward mengenai komunikasi manusia yaitu :[11]
Human
communication is the process through which individuals –in relationships,
group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to
the environment and one another.
Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu
dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan
menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain.
Menurut Dale Yoder dalam bukunya yang berjudul “Handbook of
Personal Management and Labour Relations” mengatakan bahwa secara etimologis
kata “communications” berasal dari akar kata “common” yang artinya bersama.
Kata bersama tersebut dalam kajian komunikasi
diartikan sebagai proses pertukaran ide atau gagasan antara komunikator dan
komunikan, dimana pihak-pihak tersebut satu sama lain saling mengerti dan
memahami terhadap apa yang mereka bicarakan baik dalam komunikasi lisan maupun
tulisan. Dengan demikian, istilah “communicate”dapat diartikan sebagai
pembagian ide atau gagasan secara bersama-sama.[12]
Menurut
Weaver, komunikasi adalah seluruh prosedur melalui mana pikiran seseorang dapat
mempengaruhi pikiran orang lainnya.[13]
Adapun beberapa pendapat Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli tentang
pengertian komunikasi antara lain :
Shannon dan Weaver, komunikasi adalah bentuk
interaksi manusia yang saling pengaruh mempengaruhi satu samalainya,sengaja
atau tidak di sengaja.Tidak terbatas pada bentuk komunikasi menggunakan bahasa
verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka,lukisan,seni dan teknologi.[14] Sedangkan
menurut William J Seiller memberikan definisi komunikasi yang lebih bersifat
universal. Ia mengatakan komunikasi adalah proses dengan mana simbol verbal dan
non verbal dikirimkan, diterima, dan diberi arti.[15] Adapun komponen dalam suatu komunikasi yaitu
meliputi :
Jika salah satu elemen
komunikasi tidak ada maka komunikasi tidak akan berjalan. Ada komponen-komponen
dalam komunikasi antara lain :
Pengirim(Sender-Sumber) adalah seseorang yang
mempunyai kebutuhan atau informasi serta mempunyai kepentinga mengkomunikasikan
kepada orang lain.
Pengkodean (Encoding) adalah pengirim mengkodean
informasi yang akan disampaikan ke dalam symbol atau isyarat.
Pesan (Massage), pesan dapat dalam segala bentuk
biasanya dapat dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima.
Saluran
(Chanel) adalah cara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk surat, udara untuk
kata-kata yang diucapkan.
Penerima (Recaiver) adalah orang yang
menafsirkan pesan penerima, jika pesan tidak disampaikan kepada penerima maka
komunikasi tidak akan terjadi.
Penafsiran kode (Decoding) adalah proses dimana
penerima menafsirkan pesan dan menterjemahkan menjadi informasi yang berarti
baginya. Jika semakin tepat penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan
oleh penerima, Maka semakin efektif komunikasi yang terjadi.
Umpan balik
(Feedback) adalah pembalikan dari proses komunikasi dimana reaksi kominikasi
pengirim dinyatakan. Didalam organisasi sangat membutuhkan komunikasi.
2. Urgensi Komunikasi
Menurut Beach dlam bukunya yang berjudul “Personnel :The Management People at Work” mengatakan bahwa urgensi komunikasi
dapat dilihat dari fungsi komunikasi tersebut, dimana fungsi komunikasi ialah :
·
Menyampaikan
informasi pengetahuan dari satu orang kepada orang lain, sehingga akan
terbentuk tindakan kerjasama.
·
Komunikasi
membantu mendorong dan mengarahkan orang-orang untuk melakukan sesuatu.
·
Komunikasi
membentuk sikap dan menanamkan kepercayaan ntuk mengajak, meyakinkan, dan
mempengaruhi perilaku.[16]
3. Tujuan Komunikasi
Secara umum tujuan komunikasi adalah
mengharapkan adanya umpan balik (feedback) yang diberikan oleh lawan
bicara kita, serta semua pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh lawan
bicara kita dan adanya efek yang terjadi setelah melakukan komunikasi tersebut.
Menurut
Onong Uchjana Effendy adapun beberapa tujuan komunikasi adalah sebagai berikut
:[17]
a.
Supaya
gagasan kita dapat diterima oleh orang lain dengan pendekatan yang persuasif
bukan memaksakan kehendak.
b.
Memahami
orang lain, kita sebagai pejabat atau pimpinan harus mengetahui benar aspirasi
masyarakat tentang apa yang diinginkannya, jangan mereka menginginkan arah ke
barat tapi kita memberi jalur ke timur.
c.
Menggerakkan
orang lain untuk melakukan sesuatu, menggerakkan sesuatu itu dapat bermacam -
macam mungkin berupa kegiatan yang dimaksudkan ini adalah kegiatan yang banyak
mendorong, namun yang penting harus diingat adalah bagaimana cara yang terbaik
melakukannya.
d.
Supaya
yang kita sampaikan itu dapat dimengerti sebagai pejabat ataupun komunikator
kita harus menjelaskan kepada komunikan (penerima) atau bawahan
dengan sebaik-baiknya dan tuntas sehingga mereka dapat mengikuti apa yang kita
maksudkan
Jadi
dapat dikatakan bahwa tujuan komunikasi itu adalah mengharapkan pengertian,
dukungan, gagasan dan tindakan. Serta tujuan utamanya adalah agar semua pesan
yang kita sampaikan dapat dimengerti dan diterima oleh komunikan.
4. Macam-macam Komunikasi dan Manfaatnya
A. Komunikasi intrapesonal
Komunikasi intrapersonal
merupakan komunikasi dengan diri sendiri dengan tujuan untuk berfikir,melakukan
penalaran, menganalisis dan merenung. Demikian menurut Effendy tentang
pengertian komunikasi intrapersonal atau
komunikasi antar pribadi merupakan komunikasi yang berlangsung dalam diri seseorang.orang itu berperan baik
sebagai komunikator maupun sebagai komunikan.[18]
B. Komunikasi Antarpersonal
Komunikasi antarpersonal adalah proses pengiriman dan penerimaan
pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan
beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika.[19]
C. Komunikasi kelompok
1.komunikasi dalam kelompok besar
Komunikasi dalam kelompok besar (large group,massa atau macro group)
Tidaklah selalu sama dengan komunikasi
dalam kelompok kecil meskipun setiap kelompok besar pasti terdiri atas
beberapa kelompok kecil.hal ini antara lain dikarenakan beberapa hal sebagai
berikut :
Komunikasi
dalam kelompok besar jumlahnya yang besar (ratusan atau ribuan orang) di mana dalam suatu situasi
komunikasi yang sedang berlangsung hampir tidak terdapat kesempatan untuk
memberikan tanggapan secara verbal dan personal karna sedikit sekali
kemungkinannya bagi komunikator untuk bertannya jawab.
Situasi
dialogis hampir tidak ada
Sebaiknya pembicara senantiasa perlu lebih fokus dalam arah pembicaraannya
sehingga pendengar akan dapat mudah mencerna pesan pembicara.
2. Komunikasi kelompok kecil.
Komunikasi kelompok kecil adalah sekumpulan perorangan yang relative kecil yang
masing-masing dihubungkan oleh beberapa tujuan yang sama dan mempunyai derajat
organisasi tertentu diantara mereka.
Contoh : komunikasi antar manager dengan sekumpulan karyawan
D. Komunikasi massa
Komunikasi massa adalah
produksi dan distribusi secara institusional dan teknologis dari sebagian besar
aliran pesan yang dimiliki bersama secara berkelanjutan dalam
masyarakat-masyarakat industrial Komunikasi adalah interaksi yang dapat
memberikan pemahaman. Dalam sebuah komunikasi ada proses dan usaha untuk
memahami dan dipahami. Apabila kita bicara, tetapi belum dipahami oleh orang
yang diajak bicara, maka dikatakan belum berkomunikasi. Itulah hakekat dari
komunikasi.[20]
Dalam komunikasi terjadi interaksi dua arah, antara yang berbicara dan yang
diajak bicara. Dalam dunia pendidikan, komunikasi dilakukan oleh guru dengan
murid. Untuk menciptakan komunikasi yang efektif maka berusahalah untuk
menghindari salah persepsi.
Ada tiga hal yang perlu
dalam berkomunikasi. Ketiga hal ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan,
yaitu :
a. Maksud yang hendak dikomunikasikan
Setiap kali guru hendak berkomunikasi, tentunya ada maksud tertentu. Apakah
itu dalam bentk memberikan pengakuan, bimbingan, maupun perbaikan. Tentunya itu
semua adalah untuk kepentingan anak
didik dengan komunikasi itu terjadi perubahan ke arah yang lebih baik.
b. Cara mengomunikasikan
Meskipun mempunyai maksud yang baik, belum tentu komunikasi itu mampu
mempengaruhi anak. Cara mengkomunikasikan masalah sangat menentukan kualitas
komunikasi dan hasil yang diharapkan. Kadang-kadang maksud yang baik tetapi
caranya kurang baik, maka diterima kurang baik. Sebaiknya, komunikasi dilakukan
dengan cara yang baik.
c. Maksud bisa diterima
Bila cara komunikasi yang dilakukan oleh guru tepat, maka maksud yang
hendak dikomunikasikan akan dapat diterima. Sebaiknya, bila cara
mengomunikasikan informasi tidak tepat, maka informasi tidak sampai pada anak.[21] Komunikasi
memegang peranan yang amat penting bagi kesuksesan seorang guru. Guru yang sukses
mampu melakukan komunikasi yang efektif. Hampir setiap saat guru berkomunikasi
dengan guru, teman, maupun orang tua. Komunikasi dengan siswa akan berbeda
dengan sesama guru, dan orang tua.
Adapun beberapa hal yang perlu diketahui ketika berkomunikasi dengan siswa.
Komunikasi tidak selalu dengan bahasa verbal, bisa juga dilakukan dengan
menggunakan bahasa nonverbal, yaitu bahasa tubuh, diantaranya :
a. Ekspresi wajah
b. Tatapan mata
c. Gerak tubuh
d. Intonasi atau nada suara
Komunikasi yang efektif dalam
proses pembelajaran sangat berdampak terhadap keberhasilan pencapaian tujuan.
Komunikasi dikatakan efektif apabila terdapat aliran informasi dua arah antara
komunikator dan komunikan dan informasi tersebut sama-sama direspon sesuai
dengan harapan kedua pelaku komunikasi tersebut. Jika dalam pembelajaran
terjadi komunikasi yang efektif antara pengajar dengan mahasiswa, maka dapat
dipastikan bahwa pembelajaran tersebut berhasil. Sehubungan dengan hal
tersebut, maka para pengajar, pendidik, atau instruktur pada lembaga-lembaga
pendidikan atau pelatihan harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Kemampuan komunikasi yang dimaksud dapat berupa kemampuan memahami dan
mendesain informasi, memilih dan menggunakan saluran atau media, serta
kemampuan komunikasi antar pribadi dalam proses pembelajaran.
C.
Etika Dalam Komunikasi
Definisi dan Pengertian Etika
Komunikasi Agar Dapat Berkomunikasi Dengan Baik, Definisi dan pengertian etika
komunikasi adalah sebuah aturan yang menyangkut tata bahasa atau etika ketika
melakukan sebuah pembicaraan pada seseorang atau pada khalayak ramai. pengertian
etika komunikasi adalah hal yang perlu dipelajari dan juga dilakukan oleh
setiap orang. Etika sendiri berasal dari bahasa yunani yang berarti karakter,kebiasaan,
watak, dengan adanya etika ini tentunya seseorang harus lebih baik dalam
bersikap atau bertingkah laku. Sedangkan komunikasi adalah sebuah cara untuk
dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikiran seseorang pada orang lain. Jika
kata etika komunikasi ini digabungkan maka akan berarti bahwa seseorang harus
dapat berperilaku yang baik dalam menyampaikan apa yang ada dalam pikiran pada
orang lain. Etika berkomunikasi yang baik : Etika berkomunikasi sendiri
tentunya tidak sembarangan. Kita harus dapat melihat situasi dan kepada siapa
hendak berbicara. Tentunya akan berbeda ketika berhadapan dengan anak kecil,
tempan sebaya atau mereka yang sudah tua. Akan sangat berbeda ketika kita
berbicara pada seseorang anak dan juga pada teman sebaya. Kita tentu akan
berbicara secara lembut dan juga pelan pada seorang anak kecil apalagi pada
bayi. Sedangkan ketika kita berhadapan dengan teman sebaya, tentunya kita akan
dapat berkata dan juga berbicara dengan agak bebas. Hal ini tentu akan sangat
berbeda ketika berbicara pada orang tua atau atasan ada beberapa batasan dan
cara berbicara yang harus diperhatikan, agar dapat diterima dengan baik, dan
tidak menyinggung perasaan orang yang diajak berbicara tersebut. Jika dilihat
dari segi filsafat ilmu, komunikasi itu adalah cara kita menjelaskan opini dan
apa yang ada dibenak hati dan pikiran kita kepada masyarakat luas atau individu
agar memahai konteks dan teks logika kita. David Hume mengatakan : The sole
end of logic is to explain the principles and operations of our reasoning
faculty, and the nature of our ideas, morals and criticism regard our tastes
and sentiments and politic concider men as united in society, and dependent on
each other.[22]
Satu-satunya akhir logika adalah untuk
menjelaskan prinsip dan operasi dari penalaran kita, dan sifat dari ide-ide
kita, moral dan kritik menganggap selera dan sentimen kami, dan politik
menganggap sebagai bersatu dalam masyarakat, dan tergantung satu sama lain,jadi
komunikasi itu proses penyaluran prinsip, alasan-alasan secara alamiah dari ide
kita dan moral, kritikan-kritikan secara mental dan sentimen dan politik, maka
dari itu etika dalam komunikasi sangat penting sekali bagi manusia.
أقسام العلوم و أنواعها، إثبات النظر و الإستدلال. الخبر المتوتر يفيد العلم.
شروط العلوم و الإدركات. ما يعلم بالعقل و ما يعلم بالشرع. النظر الصحيح يفيد
العلم و كيفية إفادة النظر للعلم. و شروط النظر. و أقسام الدليل. و جعلوا تلك
المسائل مقدمات ضرورية من أجل معرقة الله تعالى. فالعلم عندهم قسمان : ضرورى و
مكتسب أو نظرى. و الضرورى و هو الذى يلزم نفس المخلوق لزوما لا يجد إلى الانفكاك
عنه سبيلا أى أن وقوعه له من غير إستدلال منه ولا قدرة له عليه : و هو قسمان : حسى
و بديهى. و النظرى هو ما يختاج إلى نظر و كسب. فالطفل حين يولد يكون لا علم عنده و
لا تمييز. و هم بهذا يجعلون العلم حاصلا للإنسان بعد ولادته فاهمين الأية الكريمة
:
ª!$#ur Nä3y_t÷zr& .`ÏiB ÈbqäÜç/ öNä3ÏF»yg¨Bé& w cqßJn=÷ès? $\«øx© @yèy_ur ãNä3s9 yìôJ¡¡9$# t»|Áö/F{$#ur noyÏ«øùF{$#ur öNä3ª=yès9 crãä3ô±s? ÇÐÑÈ (النحل : 78) [23]
Pendapat diatas adalah penekanan dari pendapat
David Hume yang mana seorang manusia itu dalam mendapatkan suatu ilmu dan
pengetahuan melalui panca indranya dan baru diproses oleh akal, setelah itu
kesan dan ide-idelah yang menentukan tindakan manusia itu sendiri , sebagai
mana yang dijelaskan dalam surat An-Nahl ayat 78, Selain itu ketika kita berbicara
hendaklah untuk berkata hal yang sebenarnya, menggunakan sapaan yang baik,
menggunakan tata bahasa yang baik, menggunakan gesture atau gaya tubuh ketika
berbicara yang baik, tidak emosional, dan menggunakan intonasi yang baik. Definisi
dan pengertian etika komunikasi adalah tidak selalu menggunakan bahasa yang
dikeluarkan oleh mulut, namun juga bahasa tubuh, dan juga bahasa lainnya. Jika
kita dapat menggunakan etika berkomunikasi dengan baik tentunya akan lebiih
dihormati dan dihargai, ketika sedang berbicara.
D.
Fakta Empiris Pentingnya Etika
dalam Komunikasi
Beberapa waktu lalu, beredar
video gubernur Jakarta , Ahok yang membuat
pernyataan kontraversi. Pernyataannya sarat dengan nada profokatif dan berbau
sara. Ia menyarankan agar umat Islam tidak terprofokasi dan dibodohi dengan
surat al-Maidah ayat 51. Akibatnya terjadi kegaduhan di republik inil.
Berikut kami sampaikan pernyataan
Ahok yang sangat kontraversi itu:
“Saya ingin cerita ini supaya
bapak ibu semangat. Jadi nggak usah pikiran, ‘ah… nanti kalau nggak kepilih
pasti Ahok programnya bubar’, Nggak, saya sampai Oktober 2017. Jadi jangan
percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih
saya, ya kan. Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak
bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih, ‘karena saya takut
masuk neraka’, dibodohin gitu ya. Nggak apa-apa, karena ini panggilan pribadi
bapak ibu. Program ini jalan saja,”.[24]
Tentu saja umat Islam
tersinggung. Nada bicaranya yang ceplas-ceplos sangat merendahkan al-Quran. Di
dunia ini, penganut agama manapun, jika ayat suci dihina dan direndahkan akan
tersinggung. Hanya mereka yang Islam KTP saja, yang menganggap persoalan ini
biasa-biasa saja. Agama adalah hak setiap manusia. Ia tidak boleh dihina dan
direndahkan. Agama menjadi urusan yang sangat substansial, karena ia menyangkut
kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Melecehkan agama, akan berdampak sangat
fatal bagi kehidupan bermasyarakat, karena akan mengganggu hubungan antar
sesama manusia. Pelecehan terhadap agama, bukan sekadar menimbulkan kegaduhan,
namun dapat memicu pertumpahan darah dan perang berkepanjangan.
Disini penulis berpendapat
bahwasanya pentingnya Etika dalam berkomunikasi itu perlu dipelajari dan
dimiliki oleh setiap orang, dilihat dari kasus diatas, dikarenkan tidak adanya
etika dalam berkomunikasi yang mana dapat menimbuklan SARA bahkan dapat membuat
kegemparan diseluruh negeri khusunya indonesia. David hume mengatakan :
Begins with some definitions, he calls a preceptions whatever can be present to
the mind, whether we employ our senses or are actuated with passion, or
exercise our thought and reflection, he devides our perceptions into two kinds
impressions and ideas.[25]
Beberapa definisi, ia menyebut persepsi apa
pun dapat hadir untuk pikiran, apakah kita menggunakan indra kita atau
digerakkan dengan gairah, atau berolahraga pikiran dan refleksi kita. Dia membagi persepsi kita menjadi dua jenis, yaitu, kesan dan
ide-ide. Dari pendapat ini bahwasanya
ketika kita berkomunikasi dengan etika yang baik maka para pendengar akan
menangkap komunikasi kita dengan baik dengan kesan-kesan dan ide-ide yang baik
pula, begitu pula sebaliknya, walau ada sebagian kecil klompok atau pendengar
ketika kita sudah menggunakan etika yang santun dalam berkomunikasi ada
sebagian pendengar yang negative thinks terhadap kita.
BAB III
SIMPULAN
Simpulan
Etika adalah Ilmu yang mempelajari
tentang segala bentuk kebaikan dan keburukan di dalam manusia
semuany,teristimewea yang mengenai gerak-gerik pikiran dan rasa yang dapat
merupakan pertimbangan dan perasaan sampai mengenai tujuan yang dapat merupakan
perbuatan. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu
pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat
dalam komunikasi adalah manusia..
Pengertian etika komunikasi
adalah hal yang perlu dipelajari dan juga dilakukan oleh setiap orang. Etika
sendiri berasal dari bahasa yunani yang berarti karakter,kebiasaan, watak,
dengan adanya etika ini tentunya seseorang harus lebih baik dalam bersikap atau
bertingkah laku. Sedangkan komunikasi adalah sebuah cara untuk dapat
menyampaikan apa yang ada dalam pikiran seseorang pada orang lain. Jika kata
etika komunikasi ini digabungkan maka akan berarti bahwa seseorang harus dapat
berperilaku yang baik dalam menyampaikan apa yang ada dalam pikiran pada orang
lain. Etika berkomunikasi yang baik
DAFTAR PUSTAKA
A.Toto
Suryana, Pendidikan Agama Islam, Cet. I, Bandung: Tiga Mutiara, 1997
Achmad Charris Zubair-Ed, Kuliah Etika
,cet-3.Jakarta: Raja Grafindo
Persada,1995
Arni Muhammad, Komunikasi Organisasi, Jakarta: Bumi Aksara, 2009
Bertens,
K. Etika ,Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1991
Beni Ahmad
Saebani, Ilmu Akhalak, Cet II, Bandung : Puataka Setia,
2012
Keraf, A. Sonny. Etika Bisnis Membangun Citra Bisnis Sebagai Profesi
Luhur. Yogyakarta: Kanisius, 1991
H. Devos, Pengantar etika, Yogyakarta : Tirtawarna,1994
M.Amin Abdulloh, Filsafat etika Islam, Bandung : Mizan, 2002
M. Yatimin Abdullah, Pengantar Studi Etika, Ed. 1, Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada
M. Arfah, Shiddiq, dkk, Akhlak dan Tasawuf, Ujung Pandang, Lembaga
Dakwa dan Studi Islam Yayasam Wakaf UMI, 1996
Najib Sulhan, Karakter Guru Masa
Depan, Surabaya : JP Books, 2010
Ruben, Brent D,Stewart, Lea P, Communication
and Human Behaviour, USA: Alyn and Bacon 2005
Stanley Rosen, The Philosopher’s Hand Book, Essential Reading from Plato to
Kant, America : Random House Reference, 2003
Moekijat. Teori Komunikasi, Bandung : Mandar Maju, 1993
Marhaeni Fajar, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Yogyakarta: Graha
Ilmu, 2009
Hafied Cangara, Pengantar Ilmu
komunikasi. Jakarta : Rajagrafindo Persada, 2010
Onong Uchyana Effendy, Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung:
Rosdakarya, 2009
Rajih Abdul Hamid Al-Kurumy, Nadzoriyatul Ma’rifah Baina Al-Qur’an wal
Falsafah, Riyadh : Maktabah Mu’yad, 1996
http://m.detik.com/news/berita/d-3337570/buni-yani-akui-salah-transkip-ucapan-ahok-soal-surat-al-maidah
-ayat-51. diunduh pada 23/12/2016
pukul 13:00
[7] . M. Yatimin Abdullah, Pengantar Studi Etika, Ed. 1, (Jakarta : PT.
Raja Grafindo Persada), hlm 10
[8]
. Keraf, A. Sonny. Etika Bisnis Membangun Citra
Bisnis Sebagai Profesi Luhur. (Yogyakarta: Kanisius, 1991) hlm 23
[10]. M. Arfah, Shiddiq, dkk, Akhlak dan Tasawuf, (Ujung Pandang, Lembaga Dakwa dan Studi Islam
Yayasam Wakaf UMI, 1996 ) hlm.
54
[11] . Ruben, Brent D,Stewart,
Lea P, Communication and Human Behaviour,( USA: Alyn and Bacon 2005), hlm. 16
[22] . Stanley Rosen, The Philosopher’s Hand Book, Essential Reading from Plato
to Kant, (America : Random House Reference, 2003), hlm 440
[23] . Rajih Abdul Hamid Al-Kurumy, Nadzoriyatul Ma’rifah
Baina Al-Qur’an wal Falsafah, ( Riyadh : Maktabah Mu’yad, 1996), hlm 644